Dia merubah angin yang berhembus lembut menjadi puting beliung yang menghancurkan
Harapan yang pupus...
Senyum yang hilang...
Airmata yang jatuh...
Jiwa yang terpenjara...
Itu semua karenanya
***** Yang selalu kurindukan, Nurani...
Apa kabar..? Semoga kamu selalu dalam lindungan Tuhan...
Kenalkan, aku Defrez. Aku adalah satu dari sekian banyak hati yang memilikimu dan selalu mengharapkanmu untuk hadir di setiap waktuku. Dan bukan itu saja, aku bahkan sangat mengharapkanmu selalu hadir disemua hati yang memilikimu. Mau kan...? Mau, ya... ^_^ Soalnya, aku akan sangat sedih kalau kamu tidak mau.
Pasti kamu bingung kan kenapa aku sedih? Jadi, kuharap kamu berkenan untuk membaca cerita ku ini..
Aku adalah seseorang yang terlahir di sebuah negara. Negara yang sangat kaya akan sumber daya alam dan budaya yang beraneka ragam. Sampai-sampai ada seniman yang menciptakan lirik lagu seperti ini di negaraku, "Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman.". Hebat kan! Aku tinggal di tanah surga! he..he..he.. tentu saja tak mungkin jika tongkat kayu dan batu jadi tanaman, seniman itu hanya bermajas untuk mengapresiasikan keindahan negaraku. Selain itu negaraku ini juga punya 5 asas/prinsip yang hebat, Yaitu : ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan (nama negaraku), kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat (nama negaraku). Dan juga ada Undang-undang yang mengatur kehidupan kami berdasarkan 5 prinsip diatas. Coba kamu perhatikan sekali lagi, kata adil disebutkan sampai 2 kali disana. Apalagi peraturannya, sudah pasti banyak keadilan disana. Hebat! . Menyenangkan sekali bukan! Seandainya kamu manusia, mungkin kamu akan tertarik untuk tinggal disini, Nurani.
Tapi... Sayangnya sekarang semua itu tak ubahnya sebuah dongeng, Nurani. Keadilan itu sudah menjadi barang langka disini. Hanya ada dalam buku-buku dan kata-kata, tapi jarang terealisasi dengan sempurna. Terlalu banyak "permainan hebat" yang dilakukan oleh yang kuat sehingga membuat yang lemah menderita karenanya. Sepertinya banyak hati yang telah lupa bahwa dia memilikimu, Nurani. Entah apa yang mereka pikirkan. Aku juga tak tahu.
Aku sangat prihatin dengan semua ini, Nurani. Tapi sungguh disayangkan, aku hanyalah satu dari sekian banyak hati yang berempati tapi tak punya kaki untuk melangkah. Karena itulah aku sangat mengharapkan kehadiranmu Nurani.
Mungkin itu saja surat dariku Nurani. Kuharap kamu segera membalasnya karena tentu saja aku tak sabar menunggunya ^_^
Tapi... Sayangnya sekarang semua itu tak ubahnya sebuah dongeng, Nurani. Keadilan itu sudah menjadi barang langka disini. Hanya ada dalam buku-buku dan kata-kata, tapi jarang terealisasi dengan sempurna. Terlalu banyak "permainan hebat" yang dilakukan oleh yang kuat sehingga membuat yang lemah menderita karenanya. Sepertinya banyak hati yang telah lupa bahwa dia memilikimu, Nurani. Entah apa yang mereka pikirkan. Aku juga tak tahu.
Aku sangat prihatin dengan semua ini, Nurani. Tapi sungguh disayangkan, aku hanyalah satu dari sekian banyak hati yang berempati tapi tak punya kaki untuk melangkah. Karena itulah aku sangat mengharapkan kehadiranmu Nurani.
Mungkin itu saja surat dariku Nurani. Kuharap kamu segera membalasnya karena tentu saja aku tak sabar menunggunya ^_^
Salam Rindu
Defrez





0 komentar:
Post a Comment
^_^