Welcome to Defrez's blog, hope you enjoy reading here^^ Abis baca tolong tinggalin jejak dan... ::Jangan lupa mampir lagi yaa... ^_^::
RSS

Saturday, February 11, 2012

Ghost # Part 3

"Aldi..!!" Teriakku saat menemukan Aldi yang baru saja keluar dari toilet cowok.

"Pantas gue cari kemana-mana nggak ketemu, ternyata sekarang tongkrongan lo dI toilet ya!" Kataku sewot.

"Ya nggak lah, Sya. Tadi gue kebelet boker hehee.."

"Ha ha he he aja bisanya lo. Dasar gaje!" Setelah itu, aku pun langsung meninggalkan Aldi yang menunjukkan ekspresi kaget dengan sikapku barusan. Lagian aku sadar bahwa di depan pintu toilet bukan tempat yang wajar buat ngomel-ngomel.

Aku terus berjalan menuju atap kampus. Aku butuh ketenangan untuk mendamaikan perasaan kesalku. Dan sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus ini, menurutku hanya tempat itulah yang jauh dari keramaian.

Sesampainya disana aku langsung naik ke pagar pembatas atap, aku ingin merasakan kembali angin yang bertiup lembut setiap kali aku duduk disana disaat aku sedang butuh ketenangan seperti sekarang ini. Maka, pelan-pelan aku pun naik dan duduk disana. Seketika kurasakan kedamaian saat kututup mataku sambil menikmati setiap sentuhan angin yang menerpaku.

Cukup lama aku duduk disana sampai akhirnya aku pun kembali membuka mata dan memutuskan untuk turun. Tapi sialnya kaki kiriku salah menginjak dan...
"Aaaa. . .!!!!!"






******

Tubuhku terasa sangat lemas. Perlahan-lahan ku buka mataku yang sejak tadi ku pejamkan karena terlalu takut mengetahui apa yang telah terjadi. Dan aku pun mendapati diriku tengah terbaring tepat di lantai sebelah pagar pembatas atap tempat dimana aku duduk tadi. Kulihat tak jauh dari tempatku berbaring, seorang lelaki dengan wajah pucat sedang mengamatiku dengan ekspresi khawatir. Seingatku, aku tidak pernah melihat lelaki ini sebelumnya. "Apakah dia yang telah menolongku?" Tanyaku dalam hati. Aku baru ingat bahwa hampir saja aku mati kalau saja sebuah tangan yang terasa dingin itu tidak segera menahan dan menarikku kembali ke atas.

"Ya" Sahut cowok itu seakan-akan dia bisa membaca apa yang sedang ku pikirkan.

Aku memandangnya dengan ekspresi bingung.

"Maksudku, aku yang telah menolongmu" Sambungnya lagi.

"Ooh.. Thank u so much" Kataku pelan.

"U're welcome" Katanya sambil tersenyum.

"Oh iya, kenalin.. nama gue Asya, lo siapa?" Aku mengulurkan tangan untuk mengajaknya berkenalan.

Sesaat dia tampak ragu menjabat uluran tanganku. Ekspresinya Seperti baru pertama kali diajak berjabat tangan oleh cewek saja, maka aku pun berinisiatif mendahului menjabat tangannya. Tapi alangkah terkejutnya aku..!! Aku hanya menjabat angin. Tanganku malah menembus tangannya. Dia tak bisa kusentuh. Dia....

to be continue..

0 komentar:

Post a Comment

^_^