Welcome to Defrez's blog, hope you enjoy reading here^^ Abis baca tolong tinggalin jejak dan... ::Jangan lupa mampir lagi yaa... ^_^::
RSS

Saturday, February 11, 2012

Ghost # Part 6

"Oh gitu ya ceritanya.." Kata Aldi setelah aku mengakhiri ceritaku.

"Emangnya lo nggak tau ya?" Sambungnya lagi..

"Ngga tau apa?" Tanyaku heran.

"Disitu kan memang angker. Katanya disana pernah ada yang meninggal bunuh diri"
"Tapi di mimpi gue orang itu kan.."

"Itu kan cuma mimpi, Sya" Potong Aldi.

"Tap.."

Aldi meletakkan telunjuknya tangan kanannya di bibirku. "Cuma mimpi, Sya." Katanya sambil menepuk bahuku dengan tangan kirinya.

"Ehm.." Sebuah suara mengejutkan kami berdua sehingga Aldi buru-buru menurunkan tangannya.

"Eh lo, Nin.. Baru datang?" Sapaku. Ternyata yang datang adalah Nindy, teman akrabku di kampus.

"Udah dari beberapa menit yang lalu nich.. ceilee.. mesranya, suit..suit.." Kata Nindy menggoda. Seketika wajah kami berdua berubah merah.

"Yee.. jangan mikir macam-macam deh. Ini nggak kaya yang lo pikirin kok" Aku membela diri.

"Iya" Timpal Aldi.

"Emangnya gue mikir apaan coba?" Kata Nindy lagi sambil nyengir usil. Kontan saja wajah kami semakin memerah.

"Hahahahahahaaa.. sampai merah gitu mukanya..." Tawa Nindy pun pecah melihat ekspresi kami.

"Oh iya.. gimana keadaan lo, Sya? Sorry gue baru datang. Gue baru tau pas kuliah udah bubar. Kata temen-temen yang lain lo pingsan di atap dan dibawa ke rs." Sambungnya lagi.

"Nggak papa kok. Gue udah baikan juga. Cuma sedikit demam"

"Ceilee.. Aldi perhatian bener, demam aja pake dibawa ke rumah sakit. Mending di kompres aja pake es batu di rumah"

"Yee.. dia kan pingsan. Siapa tau kenapa-kenapa. Sebagai sahabat yang baik, gue bawa ke rs aja lah"

"Sahabat atau sahabat..?" Goda Nindy.

Pletakk..
Dengan sukses Aldi berhasil mendaratkan jitakannya di jidat Nindy.

"Aduhh.. sakit tau" Kata Nindy sambil mengelus-elus jidatnya.

"Rasain lo.. siapa suruh ngomong ngawur. blee.." Aldi menjulurkan lidahnya.

Nindy sudah bersiap untuk membalas kalo saja aku tidak bersuara, "Udah. Udah.. Jangan kaya anjing sama kucing gitu deh" Leraiku.

"Huh.." Kata mereka berdua kompak sambil berbalik saling membelakangi. Aku hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua. Karena sejak pertama kali ketemu saat masih sama-sama maba di kampus, Aldi dan Nindy udah nggak akur. Gara-garanya sepele, Nindy nggak sengaja nabrak Aldi sehingga membuat gelas yang sedang dipegang Aldi jatuh dan kacang polong yang ada di dalamnya berhamburan kemana-mana. Padahal kacang itu merupakan tugas yang diberikan buat ospek hari itu. Bukan main marahnya Aldi yang tanpa basa-basi langsung menjitak kepala Nindy. Sedangkan Nindy yang nggak terima kepalanya dijitak, bukannya merasa bersalah malah balas menjitak. Sejak saat itulah, Aku sering sekali melihat adegan jitak-jitakan itu, bahkan hingga hari ini.

"Ooh iya, Sya. Ni gue bawain buah-buahan.. dimakan yah"

"Thanks, Nin"

"Sama-sama. Ngg.. sorry banget yah nggak bisa lama-lama, gue harus buru-buru cabut. Gue ada janji sama bu Berthy, dosen kita yang super killer itu. Bisa berabe kalo gue telat"

"Ooh.. nggak papa kok, sampein salam gue ke Bu Berthy,ya" Kataku.

"Ya.. bye.." Nindy pun pergi meninggalkan aku dan Aldi.

"Oh iya, kok gue bisa pingsan lagi sih waktu itu?" Tanyaku ke Aldi.

"Waktu itu lo kan nangis sambil meluk gue. Eh nggak berapa lama tiba-tiba diam. Pas gue liat lo pingsan, trus badan lo panas banget. Cepet-cepet deh gue bawa ke rs"

"Oh gitu.. thanks ya, Al. Gue nggak bisa bayangin apa yang bakal terjadi kalo lo nggak datang waktu itu"

"Sama-sama. Gue kan sahabat lo, jadi udah tugas gue buat nolongin lo" Kata Aldi tulus.

Aku tersenyum mendengarnya. Itulah Aldi, meskipun kadang menjengkelkan, tapi dia tetap sahabatku yang paling baik. Beberapa orang mungkin mengira kami bukan hanya sekedar teman karena kami hampir selalu jalan bareng. Bahkan beberapa diantara pacarnya pernah melabrakku karena cemburu. Tapi apa mau dikata, kami hanya sahabat. ya.. hanya sahabat.

0 komentar:

Post a Comment

^_^