"Busyett.. ada yang lge mojok ni yee" Aku dan Nathan dikejutkan oleh Aldi yang tiba-tiba datang.
"Sembarangan. Lo nggak liat apa kalo kantin penuh, makanya gue duduk disini" Aku membela diri.
"hehee.. nggak usah pake sewot gitu deh, gue cuma bercanda kok. Lo ju.. " Aldi menghentikan ucapannya sambil melotot ke arah dimana aku duduk.
"Woy! kenapa lo, Al?" Kataku sambil menepuk pundaknya.
"Wah! Nekat lo ya! Kok lo duduk disitu sih? Jangan bilang kalo lo juga nggak tau.."
"Emang gue baru aja tau. Itu juga Nathan yang ngasih tau" Sahutku sambil menoleh ke arah Nathan, Lelaki itu mengangguk mengiyakan.
"Wah bahaya, mendingan kita pulang yo! Gue tadi kesini pengen beli minuman sekalian jemput lo"
"Ooh ya udah deh, yuk. Nath.. gue duluan ya" Pamitku.
"Iya.." Sahut Nathan.
Aku dan Aldi pun berjalan beriringan menuju parkiran. Ketika sudah berada di halaman depan, aku melihat lagi ke arah atap. Dan alangkah terkejutnya aku, ada seseorang disana! sedang duduk di pagar pembatas. Aku menggigil ketakutan, kakiku terasa lemas, dan tiba-tiba semua berubah gelap.
****
Aku terbangun, kulihat jam di dinding menunjukkan pukul 5 sore. "Lagi-lagi aku pingsan" Pikirku. Kupegang Kepalaku yg masih terasa sedikit sakit karena terbentur saat pingsan tadi. Sepertinya Aldi membawaku ke rs lagi, dan kulihat Aldi sedang tertidur dengan posisi duduk sambil menumpukan kepalanya di sisi ranjangku. Tapi.. Kenapa dia berkacamata.. bukankah Aldi tidak berkacamata. Tiba-tiba laki-laki itu bergerak, sehingga wajahnya terlihat jelas olehku. Olalaa.. Dia Nathan, yang tadi siang bertemu denganku di kantin. "Kenapa dia ada disini?" Batinku. Aku menarik pelan tangan kananku yang tertindih kepalanya. Tapi sialnya dia malah terbangun.
"Eh.. Lo udah bangun ya, Sya. Sorry, gue ketiduran" Katanya agak salah tingkah.
"Nggak papa.. kok lo ada disini? Aldi mana?" Tanyaku.
"Tadi kebetulan gue juga keluar pengen pulang dan ngeliat lo yang pingsan, Makanya gue nolongin lo dan bantuin Aldi ngebawa lo ke rs. Kalo Aldi, tadi dia minta gue jagain lo. Katanya dia mau pulang, mungkin sebentar lagi balik"
"Ooh gitu. Thanks ya"
"Sama-sama" Sahut Nathan sambil tersenyum.
"Kebetulan yg menyenangkan" Pikirku.
Sebelumnya aku sudah sering mendengar nama Nathan disebut-sebut oleh hampir semua mahasiswi di kampus, meskipun sepertinya setara dengan nama sahabatku, Aldi si playboy cap topeng monyet yang juga sering jadi bahan omongan karena pesonanya. Tapi baru hari ini aku melihatnya langsung, dari dekat malah.
Lelaki berkacamata dengan wajah indonya yang tampan dan kulit putihnya. Dan satu hal lagi yang membuat jantungku deg-degan, dia ada disini sedang menjagaku.




0 komentar:
Post a Comment
^_^