Welcome to Defrez's blog, hope you enjoy reading here^^ Abis baca tolong tinggalin jejak dan... ::Jangan lupa mampir lagi yaa... ^_^::
RSS

Saturday, February 11, 2012

Ghost # Part 7

"yeah.. akhirnya gue bisa menghirup udara kampus lagi..!" Seruku saat keluar dari mobil Aldi di parkiran kampus.

"Kaya udara kampus beda aja sama udara di tempat lain, sama aja kali." Komentar Aldi.

"hee.." Aku hanya membalas komentarnya dengan nyengir.

Hari ini aku kembali masuk kuliah setelah 2 hari masuk rs. Lagipula aku sudah merasa sangat sehat. Hanya saja aku masih agak khawatir tentang "itu". Bahkan sebelum memasuki pintu depan kampus, aku sempat melihat ke arah atap. Tapi tidak ada apa-apa disana. Mungkin kejadian beberapa hari yang lalu itu cuma halusinasiku saja, akibat kalaborasi rasa marah dan rasa lelah yang ku
alami. Aku pun tersenyum lega.

****

"Al, gue nebeng lo lagi, ya" Pintaku pada Aldi yang kutemui di koridor setelah kelas bubar.

"Ngg.. boleh sih.. tapi gue mau maen basket dulu, Sya. Udah janji sama temen-temen soalnya"

"Ya udah, gue tungguin di kantin kampus ya. Males gue naik taksi, ntar ketemu Sopir nyentrik itu lagi, bisa darah tinggi gue"

"Hahaaa.. ya udah, ntar kalo udah selese gue sms" Aldi pun beranjak pergi.

Aku pun berjalan menuju kantin. Sesampainya disana, ku lihat suasana tampak sedikit ramai. Wajar saja, karena sekarang sudah waktunya makan siang. Aku terbiasa makan siang disini, karena biasanya setelah itu aku ada kelas lagi. Berhubung hari ini ada dosen yang berhalangan, jadi kelas bubar. Untung saja masih ada satu kursi kosong di pojokan.

"Permisi.. gue boleh kan duduk disini?" Tanyaku pada cowok yang duduk disebelah kursi kosong itu. Tapi lelaki itu tak menjawab, dia malah memandang ke arahku dengan aneh.

"Eh.. kok lo malah ngeliatin gue kaya gitu?" Tanyaku heran.

"Emangnya lo nggak tau,ya? Kursi itu kan nggak boleh didudukin. Tepatnya, nggak ada yang berani duduk disana"

"Ooh.. kalo gitu gue yang berani.

"Ja.." Lelaki itu terlambat mencegahku, kini aku sudah duduk di kursi itu.

"Nggak terjadi apa-apa kok. Emangnya ini kursi siapa?"

"Lo beneran nggak tau?" Lelaki itu malah balik bertanya padaku dengan ekspresi heran.

"Beneran.." Aku meyakinkan.

Sesaat lelaki itu tampak ragu, lalu dia mulai bercerita dengan suara pelan "Ini kursi tempat mahasiswa yang bunuh diri dengan terjun dari atap gedung kampus ini sering duduk 10 tahun yang lalu. Katanya sering ada kejadian aneh yang dialami orang-orang yang nekat duduk disini. Bahkan tiap kali dibuang, kursi ini tetap aja balik lagi"

Seketika bulu kudukku pun merinding setelah mendengar ceritanya.  "Yah, semoga saja tidak terjadi apa-apa..". Aku berusaha menenangkan diri sendiri.

"Ya, semoga saja. Btw kenalin, nama gue Nathan. Lo?"

"Gue Asya..."

Jadilah, siang itu akupun makan siang bersama Nathan, lelaki yang ternyata satu jurusan dengan Aldi  itu lumayan menyenangkan. Apalagi wajahnya itu, hmmm.. sangat menmyenangkan untuk dilihat.

0 komentar:

Post a Comment

^_^