Tuhan . . .
Izikanlah aku mencintainya
Tuhan . . .
Meskipun dia bukanlah takdirku
Tapi aku tak pernah bisa melupakannya
Nama itu benar-benar telah terukir indah dihatiku
Tuhan . . .
Aku tak mengerti
Dan tak akan pernah bisa mengerti
Kenapa hatiku mencintainya
Dan entah mengapa pula
Hatiku merasa bahwa dia adalah milikku
Tuhan . . .
Salahkah aku karena selalu mengharapkannya
Seseorang yang tak pernah dapat kumengerti
Sekalipun dari sorot matanya
Seseorang yang telah membuatku menutup hati
Karena hatiku hanya untuknya
Satu selamanya
(Davanda Vietra)




0 komentar:
Post a Comment
^_^