Welcome to Defrez's blog, hope you enjoy reading here^^ Abis baca tolong tinggalin jejak dan... ::Jangan lupa mampir lagi yaa... ^_^::
RSS

Wednesday, April 4, 2012

Cerita Tentang gelas


Sepasang kakek dan nenek pergi
belanja di sebuah toko souvenir untuk
mencari hadiah buat cucu mereka.
Kemudian mata mereka tertuju kepada
sebuah cangkir yang cantik.
“Lihat cangkir itu,” kata si nenek
kepada suaminya. “Kau benar, inilah
cangkir yang tercantik yang pernah aku
lihat,” ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu,
tiba-tiba cangkir yang dimaksud
berbicara “Terima kasih untuk
perhatiannya, perlu diketahui bahwa
aku dulunya tidak cantik. Sebelum
menjadi cangkir yang dikagumi, aku
hanyalah seonggok tanah liat yang
tidak berguna. Namun suatu hari ada
seorang pengrajin dengan tangan
kotor melempar aku ke sebuah roda
berputar.
Kemudian, ia mulai memutar-mutar
aku hingga aku merasa pusing. Stop!
Stop! Aku berteriak, tetapi orang itu
berkata “belum!” lalu ia mulai
menyodok dan meninjuku berulang-
ulang. Stop! Stop! Teriakku lagi. Tapi
orang ini masih saja meninjuku, tanpa
menghiraukan teriakanku. Bahkan
lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke
dalam perapian.Panas! Panas! Teriakku
dengan keras. Stop! Cukup! Teriakku
lagi. Tapi orang ini berkata “belum!”
Akhirnya, ia mengangkat aku dari
perapian itu dan membiarkan aku
sampai dingin. Aku pikir, selesailah
penderitaanku. Oh ternyata belum.
Setelah dingin aku diberikan kepada
seorang wanita muda dan ia mulai
mewarnai aku. Asapnya begitu
memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.
Wanita itu berkata “belum!”. Lalu ia
memberikan aku kepada seorang pria
dan ia memasukkan aku lagi ke
perapian yang lebih panas dari
sebelumnya!. Tolong! Hentikan
penyiksaan ini! Sambil menangis aku
berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini
tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus
membakarku. Setelah puas
“menyiksaku”, kini aku dibiarkan
dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang
wanita cantik mengangkatku dan
menempatkanku dekat kaca. Aku
melihat diriku . Aku terkejut sekali. Aku
hampir tidak percaya, karena di
hadapanku berdiri sebuah cangkir
yang begitu cantik. Semua kesakitan
dan penderitaanku yang lalu menjadi
sirna tatkala kulihat diriku.
Renungan:
Seperti inilah Tuhan membentuk kita.
Pada saat Tuhan membentuk kita,
tidaklah menyenangkan, sakit, penuh
penderitaan, dan banyak air mata.
Tetapi inilah satu-satunya cara bagin-
Nya untuk mengubah kita supaya
menjadi cantik dan memancarkan
kemulian-Nya.
“Anggaplah sebagai suatu
kebahagiaan, apabila kamu jatuh
kedalam berbagai pencobaan, sebab
kita tahu bahwa ujian terhadap kita
mengahsilkan ketekunan. Dan
biarkanlah ketekunan itu memperoleh
buah yang matang supaya anda
menjadi sempurna dan utuh tak
kekurangan sesuatu apapun.”
Apabila kita sedang menghadapi ujian
hidup, jangan kecil hati, karena Dia
sedang membentuk kita. Bentukan-
bentukan ini memang menyakitkan
tetapi setelah semua proses itu selesai,
kita akam melihat betapa indahnya
Tuhan membentuk kita.


Made by : I don't know... siapapun yg bikin, thanks... cerita ini bagus sekali :)

0 komentar:

Post a Comment

^_^