Welcome to Defrez's blog, hope you enjoy reading here^^ Abis baca tolong tinggalin jejak dan... ::Jangan lupa mampir lagi yaa... ^_^::
RSS

Monday, April 30, 2012

Ahaaa




Akhirnya kesampaian juga pengen posting tentang kegiatanku seminggu yang lalu… ^_^
To the point aja, lebih dari seminggu di ibukota di tiba-tiba membuatku menginginkan sebuah kamera layaknya seorang photografer. Ya, Itu semua karena menurutku adalah hal yang sangat menyenangkan apabila apa saja yang kulihat bisa diceritakan melalui sebuah foto. Lagipula selama ini banyak moment bagus yang terlewatkan karena terlalu ‘indah’ untuk difoto dengan kamera ponsel butut kesayanganku yang hanya 2.0 megapixel itu. Tapi ya sudahlah, masih ada kok moment-moment lain yang bisa kujadikan objek kalau nantinya barang itu sudah kumiliki. Dunia ini kan luas. Mencari keindahan tak perlu di tempat yang menurut kebanyakan orang indah. Apalagi yang kucari ini bukanlah keindahan semata. Tapi sesuatu yang ‘berarti’ dan itu bisa kutemukan dimana saja, tak terkecuali hanya beberapa jengkal di dekatku.
Emm… ngomong-ngomong tentang foto yang tadinya ingin kuceritakan kalau saja aku bisa memotretnya, mungkin salah satunya yang akan menjadi favoritku adalah seorang pengemis wanita tua yang duduk tepat menutupi lambang sebuah papan nama salah satu gedung kokoh pemerintahan. Bahkan bisa dikatakan lambang tersebut seperti tergantikan oleh tubuh kurusnya yang ringkih. Tanpa suara, hanya raga. Tapi moment itu adalah sebuah cerita nyata. Mengandung banyak arti bagi siapa saja yang melihatnya.
Selain itu aku juga ingin sekali mengabadikan foto ekspresi tersiksa yang tertahan karena phobia eskalatorku yang menyebalkan dan tak kunjung hilang-hilang meskipun aku sudah 18 tahun sekarang. Padahal aku tidak punya trauma, tapi tak taulah. Bayangkan saja, setiap kali aku melihat dan menginjakkan kakiku disitu, selalu saja aku merasa bahwa nyawaku sedang terancam. Berlebihan memang, tapi kalau kalian juga punya phobia mungkin kalian akan mengerti rasanya. Masih untung aku berani melewatinya.
Lalu tentang perjalanan bersama teman-teman, keseruan di berbagai tempat, tatanan dan pola kehidupan masyarakat disana dan masih banyak lagi. Tapi, semenarik apapun kehidupan perkotaan tak akan pernah merubah pandanganku terhadapnya. Aku masih lebih menyukai pedesaan meskipun sekarang aku tinggal di kabupaten. Tempat dimana aku bisa menghirup nafas dalam-dalam tanpa kkhawatir akan apapun. Alasan yang sederhana memang, tapi bagiku tak sesederhana kelihatannya. ^_^

0 komentar:

Post a Comment

^_^