Ini berkisah tentang seorang hamba yang kurang ajar pada tuannya.
Hamba yg terlalu manja
Hamba yg tidak mengerjakan perintah tuannya
Hamba yang meninggalkan tuannya
Tapi sang Tuan yg dengan kasih sayangnya yg tanpa batas selalu mengejarnya...
Tapi si kurang ajar masih tetap berlari
Dalam jarang dia menengok ke belakang...
Dia tahu tuannya mengejar...
Tapi ego kurang ajarnya bersikeras untuk tetap berlari...
Kadang si kurang ajar lelah
Kadang dia juga terjatuh
Dalam hatinya dia berharap tuannya akan membantunya
Tapi hati kurang ajarnya terlalu gengsi untuk meminta
Nuraninya pun mulai terpengaruh kekurangajarannya
Tapi si kurang ajar masih tetap percaya...
Tuannya sangat sayang padanya...
Karena jauh di nurani terdalamnya yg tak terjamah oleh kekurangajarannya, dia percaya tuan tetaplah tuan baginya.
Namun kekurang ajar yg bukan hasil dari kurangnya ajaran itu terlalu congkak!
kekurangajaran yang timbul murni dari logika yang dirasuki roh bengis keegoisan yang merusak..
Mengganas merasuk jiwa, menyatu bak bagian yg enggan dipisah..
Dengan segenap kekuatan yang hanya terhimpun dari gigi yang bertangkup erat bersama rahang-rahang yang mengeras, masih terus meneriakkan dalam hatinya...
"Tuan, aku lelah. Tolong aku. Aku hanya ingin bermanja padamu... Tak bisakah semuanya dipermudah? aku janji akan mengikuti semua perintahmu, tuan. Kabulkanlah atau aku tak akan berhenti berlari"
Si kurang ajar tahu, Tuannya yang memiliki segalanya bahkan dapat mendengar apa yang tidak dikatakan mulut gengsinya yang tak berguna.
Dan lewat hatinya pulalah, tuannya berkata dengan lembut. "Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak mudah untukmu adalah cara terbaikku memanjakanmu. Bukankah pedang yang indah bermula dari besi yang sama dengan besi lainnya? yang membuatnya berbeda adalah proses sulit yang dilaluinya. Sama halnya dengan ketidakmudahan yang kau lalui. Aku tak ingin memanjakanmu hanya sebagai besi. Aku ingin kau menjadi pedang yang indah. Indah dalam arti sesungguhnya sebagai hamba"
Karena sesungguhnya, tuanmu tidak akan membiarkanmu mengaku setia hingga kamu diuji olehnya..




0 komentar:
Post a Comment
^_^