Welcome to Defrez's blog, hope you enjoy reading here^^ Abis baca tolong tinggalin jejak dan... ::Jangan lupa mampir lagi yaa... ^_^::
RSS

Sunday, September 15, 2013

Dewasa!

Dewasa itu bukan keharusan
Dewasa itu adalah pilihan
Memaksakan kedewasaan atas diri orang lain itu bukan kebenaran
Benar tapi menyiksa? Itukah yg disebut benar?
Biarkanlah pemilik diri yg menjadikan dirinya dewasa atas pilihannya
Menjadi pembimbing bukankah itu terdengar lebih baik?
Berbekal bujuk ajak penuh kelembutan yg mendamaikan menarik hati perlahan dalam kepastian.. Indah...
Dewasa itu luas
Implementasinya pun sama
Menghargai pendewasaan dan kedewasaan dalam pemahaman yg benar
Menghargai, dihargai...
Berharga :)

Saturday, September 14, 2013

Hidup dalam Mati

Harus tetap hidup dalam keinginan besar akan kematian yang damai itu seperti raga tanpa jiwa.

Mati...

Dia memang damai, karena dengan mati semua tentang dunia akan terbebaskan dari jiwa yg kembali....

Tapi saat dunia masih menuntut dan mengikat akan tanggung jawab di dalam hidup, maka sang jiwa pemuja kematian pun tak akan bisa meninggalkan raganya dalam rasionalnya...

Beruntunglah jiwa-jiwa itu karena mereka lebih berharga dari jiwa-jiwa yg pergi karena raganya dipisah paksa....

Setidaknya mereka akan mempunyai kedamaian tanpa embel-embel kewajaran akan kematian....

Wednesday, September 11, 2013

The Kurang Ajar Story...

Ini berkisah tentang seorang hamba yang kurang ajar pada tuannya.

Hamba yg terlalu manja

Hamba yg tidak mengerjakan perintah tuannya

Hamba yang meninggalkan tuannya

Tapi sang Tuan yg dengan kasih sayangnya yg tanpa batas selalu mengejarnya...

Tapi si kurang ajar masih tetap berlari

Dalam jarang dia menengok ke belakang...
Dia tahu tuannya mengejar...
Tapi ego kurang ajarnya bersikeras untuk tetap berlari...

Kadang si kurang ajar lelah
Kadang dia juga terjatuh

Dalam hatinya dia berharap tuannya akan membantunya

Tapi hati kurang ajarnya terlalu gengsi untuk meminta

Nuraninya pun mulai terpengaruh kekurangajarannya

Tapi si kurang ajar masih tetap percaya...
Tuannya sangat sayang padanya...
Karena jauh di nurani terdalamnya yg tak terjamah oleh kekurangajarannya, dia percaya tuan tetaplah tuan baginya.

Namun kekurang ajar yg bukan hasil dari kurangnya ajaran itu terlalu congkak!
kekurangajaran yang timbul murni dari logika yang dirasuki roh bengis keegoisan yang merusak..
Mengganas merasuk jiwa, menyatu bak bagian yg enggan dipisah..

Dengan segenap kekuatan yang hanya terhimpun dari gigi yang bertangkup erat bersama rahang-rahang yang mengeras, masih terus meneriakkan dalam hatinya...

"Tuan, aku lelah. Tolong aku. Aku hanya ingin bermanja padamu... Tak bisakah semuanya dipermudah? aku janji akan mengikuti semua perintahmu, tuan. Kabulkanlah atau aku tak akan berhenti berlari"

Si kurang ajar tahu, Tuannya yang memiliki segalanya bahkan dapat mendengar apa yang tidak dikatakan mulut gengsinya yang tak berguna.

Dan lewat hatinya pulalah, tuannya berkata dengan lembut. "Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak mudah untukmu adalah cara terbaikku memanjakanmu. Bukankah pedang yang indah bermula dari besi yang sama dengan besi lainnya? yang membuatnya berbeda adalah proses sulit yang dilaluinya. Sama halnya dengan ketidakmudahan yang kau lalui. Aku tak ingin memanjakanmu hanya sebagai besi. Aku ingin kau menjadi pedang yang indah. Indah dalam arti sesungguhnya sebagai hamba"

Karena sesungguhnya, tuanmu tidak akan membiarkanmu mengaku setia hingga kamu diuji olehnya..

Sunday, September 8, 2013

My Froozen face !

Punya ekspresi yg kaku luar biasa itu ngerepotin. Repot menghadapi tanggapan dari orang lain tepatnya.

Yah... Namanya juga orang.. Penilaiannya beda-beda ya kan.. Ada yg nanggepinnya biasa aja coz mereka maklum dan ngerti kalo emang ekspresi Deff kea gitu, tapi yg nggak maklum itu tuh yg bikin Deff bilang huffftttt...... -_-"

Oh iyya.. Emang ekspresi Deff itu gimana sih sampe segitu merepotkannya?

Emm... ekspresi Deff itu ya kalo kata orang sini mah... "muha karas" (muha = muka, karas = keras, emm persepsikan aja sendiri.. :D) yah... Meskipun sebenarnya itu terjadinya bener-bener secara alamiah (halahh.:D.). Ya, Deff itu kalo lagi serius ato tegang ekspresinya kaya lagi marah. Padahal nggak gitu. Terus Deff itu kalo senyum keliatannya terpaksa banget senyumnya... Mending ketawa kali... Senyum Deff yg Deff liat di cermin emang gak banget deh -_-"

Tapi..... ya mau gimana lagi... That's me... Lu mau bilang apa kek... Ne muka emang gini adanya. Jadi pleaseeee banget-banget deh kalo udah baca ini postingan pada ngertiin Deff yah... Intinya yg negatif-negatif di pikiran kurangin lah... Dikit juga gak papa... :-)

Kalo perlu ajarin Deff senyum yg baik dan benar hahaaa :D

Monday, September 2, 2013

My Biggest Enemy !!! Rawrrr !!!

It's my labily temper !

Sering banget yg namanya lose my control in anger... Selalu saja bikin masalah jadi lebih ruwet karenanya.

Hu'uh..!!! U know that... Deff juga pengen kok jadi orang yg hidupnya anteng aja tanpa bersentuhan dengan banyak masalah karena mereka bisa lebih tenang dan sabar dalam menghadapinya...
But, buat menjadi lebih tenang dan sabar that the most difficult thing i ever could be!

Deff juga nggak mau lho dianggap buruk dengan perangai yg sedemikian rupa...
Meskipun kenyataannya orang-orang menganggapnya seperti itu...

Deff sering ngerasa nggak enak saat teman-teman jadi agak mikir buat temenan ato berurusan sama Deff...

Terus saat orang-orang menceritakan tentang kejelekan-kejelekan Deff yang kadang sampai ke telinga... Rasanya sakit hati, tapi Deff tahu itu emang salah Deff... Tapi mengetahui mereka menggunjing dengan orang lain dimana Deff nggak bermasalah dengan orang dimana mereka menggunjing, itu menyebalkan! Sadar nggak sih kalo mereka udah berusaha menutup kepingan kesempatan Deff buat berubah?

Benar. Setiap orang memang tak ingin dirinya sendiri disalahkan. Kalaupun memang salah selalu saja berusaha mencari kemungkinan untuk membenarkan diri, jarang sekali ada yg dengan gentle-nya menyatakan bahwa dirinya bersalah. Tapi semua orang tetap punya hak untuk memberikan alasannya. Penerimaan yaa terserah... tergantung mereka yang menilai...

Deff cuma ingin bilang...

Deff nggak bakalan marah kalo nggak ada yg bikin marah...

Deff nggak suka nyari gara-gara, Deff cuma nggak bisa nahan diri kalo ada yg bikin Deff marah... Bahkan seringkali tanpa mereka sadari...

Toh... Selama ini apapun yg terjadi... Saat suatu masalah tercipta, tak perduli siapa yg memulai, yg lepas control emosinya pertamalah yg akan dipandang salah untuk pertama kalinya.... Deff lemah pada pengendalian....

Ya sudahlah...

Yang penting adalah tak peduli yang benar atau salah yang terungkap ke permukaan... Kebenaran hanya satu :-)

Yang penting juga... Deff udah berusaha belajar mengendalikanya dan tidak membiarkannya.... :-) Meskipun sedikit sekali perubahannya... Tapi lama-kelamaan akan berubah. Pasti!