Welcome to Defrez's blog, hope you enjoy reading here^^ Abis baca tolong tinggalin jejak dan... ::Jangan lupa mampir lagi yaa... ^_^::
RSS

Thursday, May 24, 2012

My Beloved Family at Boarding School

Defrez dan Kak Abdi
Defrez dan Ahya
Defrez dan Subki

Defrez dan Kak Fendi
Foto yang lain nyusul,, Defrez cari dulu,, :)

Kenang-Kenangan waktu PKL jadi guru TKA/TPA Al-Qur'an At Mesjid Agung 2011

bu gulu lagi nunggu mulidnya nih...... :D
exist truz buu.....!!!
Gaya apa sih neh.... kaya orang sakit pyuuttt....
Gaya kepiting hahahaaa..... :D

Gila-gilaan.... bersama teman-teman.....!!!!

Yang kanan lage melakukan penampakan #Hahahaaa....
Liat... Obeb punya taring lho.....
Defrez : "Aku laparrrrrrr....!!!!!! / Obeb ; "Aaaaa...."
Defrez : "Nyicipin kepala Obeb aahh..."
Eaaa.... senyum sumringah Deha....
Defrez cantik disini  :) / #Penonton kecewa, lempar pake sendal huuuuuu
Ekspresi muha mahajan versi obeb...

Wednesday, May 23, 2012

Wide Game - Penguji Pos Mental

Bersedia... siap... timbaiiiii..... wkakakaaa.... :D
Ditendang kok malah senyum ckckckckckk.... /Sunah : ayoo.. Frez! tendang! tampar! #EkspresiMaacung hahaaa....
biarkan aku pergi Elizabeth... !!! Tak usah menahanku,, hahaa...
Ekspresi ngantuk obeb... :)

Someone Like You - Adelle

I heard that you're settled down 
That you found a girl and you're married now 
I heard that your dreams came true 
Guess she gave you things I didn't give to you
 

Old friend, why are you so shy? 
Ain't like you to hold back or hide from the light
I hate to turn up out of the blue, uninvited 

But I couldn't stay away, I couldn't fight it 
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded 
That for me, it isn't over
 
Never mind, I'll find someone like you 

I wish nothing but the best for you, too 
Don't forget me, I begged, I remember you said 
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead 
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead
 

You know how the time flies 
Only yesterday was the time of our lives 
We were born and raised in a summer haze 
Bound by the surprise of our glory days
 
I hate to turn up out of the blue, uninvited 

But I couldn't stay away, I couldn't fight it 
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded 
That for me, it isn't over yet
 
Never mind, I'll find someone like you 

I wish nothing but the best for you, too 
Don't forget me, I begged, I remember you said 
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead, yeah
 
Nothing compares, no worries or cares 

Regrets and mistakes, they're memories made 
Who would have known how bittersweet this would taste?
 
Never mind, I'll find someone like you 

I wish nothing but the best for you 
Don't forget me, I begged, I remember you said 
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead
 
Never mind, I'll find someone like you 

I wish nothing but the best for you, too 
Don't forget me, I begged, I remember you said 
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead 
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead

Maaf, Tapi bolehkah aku mengatakannya..??? #Part 1#

^_^

Pagi itu seperti hari-hari sebelumnya aku hanya bisa duduk termenung di atas tempat tidur. Di kamar bercat putih inilah aku menghabiskan waktuku selama sepekan ini sejak kepulanganku dari rumah sakit. Entah kenapa sampai hari ini aku masih saja merasa sakit. Meskipun secara medis aku  telah dinyatakan sehat, tapi jauh di lubuk hatiku yang terdalam ada rasa yang teramat sakit dan tak bisa kugambarkan.
Kecelakaan mobil yang kualami beberapa bulan yang lalu bukan hanya telah mengambil kedua tanganku yang terpaksa harus diamputasi dan membuatku tuli karena pecahnya gendang telingaku. Tapi akibat shock yang berlebihan membuat aku tak mampu lagi untuk bersuara. Teman-temanku yang dulu selalu ada di sampingku pun, sekarang tak tahu entah kemana. Bahkan saat aku masih dirumah sakit pun mereka hanya pernah sekali menjengukku.  Itu pun cuma sebentar , setelah itu mereka pun langsung pulang dan tak pernah lagi kelihatan batang hidungnya hingga sekarang. Gadis-gadis yang dulunya selalu mengejar-ngejarku pun sama. Ayah dan ibu pun sudah kembali ke London untuk mengurusi bisnis mereka sehari setelah aku diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Begitu pula dengan Nadine, kakak perempuanku itu pun baru saja pergi tadi pagi untuk kembali ke Singapore setelah mengurusi apa saja yang kuperlukan untuk mempermudah kondisi “terbaru”ku ini. Dia memilih untuk tinggal disana bersama Hilbert, suaminya yang berkebangsaan Amerika itu sambil mengurus usaha mereka sejak menikah 3 tahun yang lalu. Hanya Mbok Yah lah yang selalu ada disampingku. Seorang wanita paruh baya yang merupakan pengasuhku sejak aku masih bayi. Dialah yang selama ini selalu mengurusi semua keperluanku. Bahkan dia lebih tahu apa yang aku suka dan tidak suka dibanding orangtuaku yang memang super sibuk itu! Tadinya kukira dengan keadaanku yang sekarang akan membuat mereka lebih memperhatikanku saat aku melihat mereka semua ada disekelilingku saat aku baru sadar dari koma di rumah sakit. Ternyata tidak, bahkan kelihatannya akan lebih parah dari sebelumnya. “Kenapa aku tidak mati saja ya saat kecelakaan itu..?”
*****

Meskipun masih tak bersemangat, tapi hari ini kuputuskan untuk menuruti ajakan Mbok Yah. Dia ingin mengajakku jalan-jalan ke taman yang berada tak jauh dari rumahku seperti apa yang dia tuliskan di kertas untuk menyampaikan maksudnya padaku. Di kertas itu dia juga menulis bahwa dia tak tahan melihatku yang setiap hari hanya bersedih dan berdiam diri terus dikamar, hal itu membuatnya jadi ikut bersedih. Aku jadi terharu bercampur senang membaca tulisannya. Tak kusangka Mbok Yah begitu menyayangiku, sampai-sampai dia pun ikut merasakan kesedihanku. Dan ternyata dia juga sudah bisa menulis dengan baik sekarang. Akulah yang dulu mengajarkannya membaca dan menulis saat aku masih kelas 3 SMP. Meskipun aku tak mengajarinya sampai mahir, tapi ternyata dia masih tetap belajar. Dalam hati aku merasa bangga dengan Mbok Yah. Lagipula jalan menuju taman memang sepi, jadi aku tidak perlu khawatir ada yang melihatku. Jujur, aku malu dengan kondisiku sekarang.
*****

Di taman pun tidak ada yang istimewa, aku hanya merasa lebih baik saat merasakan angin yang berhembus lembut menyapa kulitku. Selebihnya tidak ada. Kalau saja aku bisa mendengar, mungkin saat ini aku akan mendengar kicauan burung-burung yang merdu bersahut-sahutan dan gemerisik dedaunan yang terkena hembusan angin seperti dulu. Tapi tak apalah, setidaknya aku merasa lebih baik walaupun sedikit. Jadi, usaha Mbok Yah membawaku kesini tidak sia-sia.
*****

Tiba-tiba aku merasakan ada yang menepuk bahuku dari belakang. Spontan aku pun menoleh kebelakang dan tampak olehku seorang gadis sedang menatap kearahku dengan kesal. Kulihat dia seperti mengatakan sesuatu. Tapi apa daya, aku sama sekali tak bisa mendengarnya. Aku hanya bisa berharap Mbok Yah segera datang. “Kenapa Mbok Yah lama sekali ya? Padahal tadi dia cuma pamit meninggalkanku untuk buang air kecil” Batinku sambil menatap gadis itu dengan cemas.
*****

Akhirnya, setelah cukup lama menunggu, Mbok Yah pun datang dengan tergopoh-gopoh dan gadis itu pun kini berbicara padanya. Aku hanya bisa menebak-nebak, mungkin Mbok Yah sedang menjelaskan tentang kondisiku pada gadis itu. Tak lama kemudian gadis itu pun menghadap ke arahku dengan tatapan iba. Tatapan yang sangat kubenci karena sejak dulu aku memang tidak suka dikasihani. Tapi apa mau dikata, keadaanku sekarang lah yang membuatku pantas untuk menerima tatapan itu. Dia lalu mengambil buku dan pulpen dari Mbok Yah, menuliskan sesuatu dan memperlihatkannya padaku. Aku pun segera membaca isinya.

Maafin aku ya udah marah-marah,,
Aku nggak tahu kalo kamu nggak bisa dengerin aku..
Maaf ya ^_^

Sesaat aku melihat  kearahnya sebelum akhirnya aku pun mengangguk sambil tersenyum. Kulihat ada raut kelegaan tampak diwajahnya. Dan dia pun tersenyum manis kepadaku. Senyum yang entah kenapa terlihat begitu tulus. Belum pernah aku melihat senyum seperti itu sebelumnya. Sekalipun dari teman-teman dan gadis-gadis yang selama ini selalu memujaku karena ketampanan, kekayaan, dan kepopuleranku itu. Huh.. mengingat mereka membuatku jadi ingin marah saja.

Kemudian gadis itu pun kembali menuliskan sesuatu di buku itu, kali ini dia memperkenalkan namanya padaku. Dari situlah aku tahu bahwa gadis itu bernama Melody. Tapi sayangnya, perkenalan itu pun tak berlangsung lama. Gadis itu pun pergi setelah sebelumnya berpamitan pada Mbok Yah dan dari tatapannya mungkin dia juga berpamitan padaku.
 
*****